Surabaya - Saya yang kebetulan bekerja di sebuah Event Organizer di Surabaya ingin bercerita mengenai kisah saya yang boleh dibilang agak sedikit konyol. Selasa (26/10/2010) tepatnya jam 7 malam, saya mencoba mencari daftar contact melalui situs Google. Dan akhirnya saya menemukan satu contact yang mengarah ke tempat salah satu pijat ++ di Surabaya Timur, lebih tepatnya di daerah Klampis.
Sedikit cerita mengapa saya sampai mencari contact yang menjurus kesitu, karena Event Organizer yang saya tempati sekarang sedang mendapatkan klien dari produk perawatan tubuh dan kulit, mau tidak mau saya sebagai Sales Coordinator / Ass. Project Manager, harus memutar otak untuk mencoba membantu memasarkan produk ini dengan tidak hanya mengandalkan jasa dari team penjual sales di venue. Pemikiran saya tertuju pada bagaimana kalau saya mencoba menawarkan di tempat-tempat seperti salon,SPA, dan massage.
Setelah menghubungi salah satu daftar contact yang ada di situs Google, tersambunglah saya dengan tempat pijat bernama "Prima Raga Massage" yang berada di daerah Klampis. Tidak terbesit sedikitpun tentang gambaran tempat yang akan saya hubungi, namun setelah tersambung dan sempat berbincang dengan pemilik tempat tersebut, yang saya ketahui namanya Ibu Nita, denga suara agak menggoda dan mendesah yang keluar dari mulut beliau, pikiran saya jadi kemana-kemana. Tidak lama kemudian saya memutuskan untuk mendatangi tempat tersebut untuk menawarkan produk yang sedang saya pegang.
Sesampai disana, pikiran saya pada saat telepon tadi sempat muncul lagi, mengingat tempatnya yang relatif memang sepi. Memasuki ruangan, saya disambut dengan wanita berpakaian seksi dan boleh dibilang memiliki body yang kalau di rata-rata 85...hha:)
Saya bilang sudah ada janji dengan Ibu Anita, setelah menunggu sekitar 1 menit,saya pun disuruh ke ruangan beliau yang berada di lantai 2. Sesampai di atas saya disambut dengan senyum ala Ibu-ibu muda yang mempesona, dari cara berpakaiannya pun sangat feminime, sampai-sampai saya bisa melihat salah satu anggota tubuhnya yang berada di daerah pas foto (dada ke atas) sangat vulgar, lagi-lagi pikiran saya jadi kacau. Setelah berbincang sebentar yang bisa dianggap tahap perkenalan, belum saya mencoba menawarkan produk, tiba-tiba saya sudah ditawari untuk dipijat yang mendapatkan layanan langsung dari Ibu Nita sendiri.
Saya pun bertanya agak sedikit nakal, pijat bagaimana maksud ibu?
dan dia tanpa ragu-ragu menjawab untuk ingin memijat therapy dan boleh jika ingin dilayani dengan ++ tanpa dipungut biaya...hhahaha (ngeres otaknya tar q sapu lho Bi !!!),wkwkwkw. Spontan saya terjebak diantara rasa kaget + pingin nyoba:).
Adoooohh kalau sudah begini mau gimana lagi kalau bukan namanya Pasrah.
Berhubung waktu tidak mencukupi, cerita disambung episode mendatang ya.hhehe...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar